Senin, 26 Juli 2010

Pengemis Jutawan

Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.
Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.
Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.

Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004. *** Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik. Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” ujarnya mantap. Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurut dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI. Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya. Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.
Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat. Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga. Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas.

Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya. Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya. Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.
Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya. Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya. Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya.

Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah. Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng. Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya.

Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur. Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan. Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri. Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan…

Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To.

Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari. Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan. Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya.

Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya. Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti…

sumber: all-mistery.blogspot.com

Senin, 12 Juli 2010

Tatapan Penuh Arti

Matamu sungguh indah
Tersirat makna penuh harapan
Cahaya nya merindingkan badanku sesaat
Sungguh diriku ini amat gelisah

Wahai Tuhanku yang menggengam langit dan bumi
Engkaulah yang memberikan rasa cinta pada setiap insan
Ya Ilahi Robbi perlihatkan lah cintanya hanya kepadaku
Berilah dia setitik rasa sayang padaku
Aku benar benar mencintainya
Namun sungguh aku tak mampu karena sesuatu
Sesuatu hal karena dia telah dimiliki

Ya Ilahi apakah dia bidadari ku di dunia yang fana ini
Engkaulah yang kuasa menggerakkan diriku dalam perasaan cinta
Jadikan lah dia mengingatku walau hanya dalam mimpi
Namun kuingin dia bersamaku dalam alam penuh nyata
Kan kujaga dia walau cinta kadang tak harus bisa memiliki

Kamis, 01 Juli 2010

Prediksi Uruguay Ghana (0-1)

Prediksi Uruguay vs Ghana. Mungkin tak semeriah dan seseru pertandingan Belanda vs Brasil. Namun partai perempat final Uruguay vs Ghana bisa dibilang tim baru yang mampu melewati jalur terjal selama pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Ghana adalah salah satu tim dari beberapa tim negara Afrika yang lolos ke babak perempat final. Bertanding di Soccer City, Johannesburg Uruguay akan bermain sedikit berbeda dibanding saat mengalahkan Korea Selatan. Ghana ingin membuat Afrika berpesta lagi.
Prediksi Uruguay vs Ghana
Sukses Uruguay mencapai perempat final Piala Dunia kali pertama sejak 1970 telah menyita perhatian publik sepakbola negeri kecil itu. Namun mereka harus menaklukan Afrika jika ingin mencetak sejarah. Ghana, yang akan dihadapi Uruguay di perempat final, bukan lagi 'individu' yang bertarung di babak penyisihan. Sejak menjadi satu-satunya tim Afrika yang lolos ke babak kedua, Ghana bertarung untuk seluruh Afrika.

Ghana bukan kekuatan tradisional Afrika. Mereka baru kali kedua berturutan tampil di Piala Dunia. Pertama tahun 2006, dan saat ini. Empat tahun lalu Ghana dihentikan Brasil di perdelapan final.

Kini Ghana berpotensi menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. Menariknya, semua itu dilakukan tanpa kehadiran Michael Essien -- bintang mereka yang cedera.Uruguay juara Piala Dunia 1930 dan 1950, dan mencapai semifinal 1970, tapi statusnya sebagai global power lenyap akibat gagal lolos kualifikasi di tiga dari empat Piala Dunia sebelumnya.

Uruguay berangkat ke Piala Dunia 2010 dengan iringan pesimisme publiknya, tapi kini seluruh dari 3,5 juta penduduk negeri itu berlomba mengirim SMS ucapan selamat dan harapan.

Uruguay
27-05-2010 Uruguay 4 - 1 Israel
12-06-2010 Uruguay 0 - 0 Prancis
17-06-2010 Afsel 0 - 3 Uruguay
22-06-2010 Meksiko 0 - 1 Uruguay
26-06-2010 Uruguay 2 - 1 Korsel

Ghana
05-06-2010 Ghana 1 - 0 Latvia
13-06-2010 Serbia 0 - 1 Ghana
19-06-2010 Ghana 1 - 1 Australia
24-06-2010 Ghana 0 - 1 Jerman
27-06-2010 AS 1 - 2 Ghana


Situasi Uruguay
Oscar Tabarez hanya akan melakukan dua perubahan. Menurunkan Mauricio Victorino sebagai pengganti Diego Godin, dan Alvaro Fernandez menjadi starter -- mengisi tempat Alvaro Pereira.

Uruguay punya masalah disiplin, dengan tiga pemain telah terekan kartu kuning. Mereka berpotensi kehilangan salah satunya jika mencapai semifinal.

Prakiraan Susunan Pemain: Muslera; M. Pereira, Lugano, Victorino, Fucile; Perez, Arevalo, Fernandez; Forlan; Suarez, Cavani

Situasi Ghana
Black Stars punya dua masalah. Jonathan Mensah dan Andrew Ayen tak bisa dimainkan karena akumulasi kartu. John Mensah cedera, dan diragukan bisa bermain. Kevin-Prince Boateng kemungkinan digantikan Derek Boateng atau Rahim Ayew.

Prakiraan Susunan Pemain: Kingson; Pantsil, Mensah, Vorsah, Sarpei; Inkoom, Annan, D. Boateng, Muntari; Asamoah; Ayew


Pemain Layak Diamati
Luis Suarez: Suarez diprediksi akan mencetak gol lagi, dan menjadi penentu sukses timnya mencapai semifinal kali pertama sejak 1970. Oscar Tabarez berharap banyak padanya, dan Diego Forlan akan berupaya mendukungnya dengan memberi banyak umpan.

Asamoah Gyan: Siapa bilan Asamoah Gyan hanya bisa biki gol lewat titik penalti. Ia membuktikannya saat melawan AS, dengan gol yang menentukan kemenangan Ghana. Gyan akan menjadikan laga ini untuk mengembalikan reputasinya, dan kembali menjadi incaran klub-klub Eropa.

Prediksi Uruguay vs Ghana
Ini pertarungan dua underdog. Namun kini Uruguay difavoritkan, dan Ghana didukung masyarakat seluruh benua. Castrol World Cup Match Predictor memperkirakan peluang Uruguay memenangkan laga mencapai 73 persen. Celeste memiliki pertahanan terkuat, dan dipastikan akan dengan mudah mengatasi serangan pemain muda Ghana.(sumber)

Dan Prediksi Saya (Adhi Prabowo) , Saya Mengunggulkan Ghana sebagai pemenangnya dengan Skor 0-1 untuk Ghana.

Uruguay 0 Ghana 1

Bagaimana Prediksi anda?
Related Posts with Thumbnails