Jumat, 14 Januari 2011

Cintaku yang Bertepi

Duhai kekasihku
Dimanakah dirimu
Aku mencintaimu sampai ke ruang rindu
Namun aku tak berani berkata
Aku tak berani berucap

Detik demi detik terasa tak tik tuk
Waktu yang berjalan membakar setiap yang terlewat
Tanganku terasa beku
Mulutku terkunci hingga tetesan air mataku mulai jatuh ke bumi

Wahai bumi tempatku hidup
Wahai bumi yang penuh daratan
Wahai bumi yang penuh lautan
Akankah cintaku ini menuju tepian kenyataan
Ataukah hanya sebuah tepian
Kuingin berlari menuju tepian
Hingga tubuhku mulai lelah
Hingga keringatku mulai harum

Cintaku oh cintaku
Sayangku oh belahan jiwaku
Aku ingin cintaku menepi mendekatku
Kan ku katakan Aku Cinta Padamu
Kan kuberanikan diriku hingga mataku mulai lelah
Cintaku yang bertepi oh cintaku yang bertepi

8 komentar:

  1. Puisinya penuh makna ..... Adhi is the best

    BalasHapus
  2. wawawadduuh...manis tul puisinya...

    BalasHapus
  3. buat DewiFatma: Thanks kunjungannya....

    BalasHapus
  4. So sweet...
    katakan saja..
    sebelum cintanya bertepi di labuhan yang lain..
    sampai saat itu..
    takkan ada penyesalan lagi..

    BalasHapus
  5. Di mana sih tepian cinta itu..? :)

    BalasHapus
  6. Shasa juga ingin bisa nulis puisi...

    BalasHapus
  7. sepertinya kamu yg sdg jatuh cinta nih....^^

    makasih udh mampir ya...:)

    BalasHapus

Related Posts with Thumbnails